Harga Bawang Mulai Turun
Setelah beberapa hari ini kami tidak memproduksi bawang goreng dikarenakan harga bawang yang melejit membuat kami tidak bisa menyuplai para pelanggan.  Penyebab dari kenaikan bawang tersebut adalah karena cuaca yang tidak bersahabat, sehingga banyak para petani bawang yang mengalami penurunan dari hasil panen bawang. Dan Kini masyarakat yang cukup lama kesulitan mendapatkan bawang goreng di pasaran sekarang sudah bisa merasa lega kembali karena sudah turun dan normal kembali. Kini kami sudah mulai berproduksi kembali untuk memenuhi para pelanggan kami meski jumlah bahan baku bawang masih terbatas dan belum normal harga bawang.
Dan kini mulai banyak para konsumen yang mencari bawang goreng setelah lama tidak berjualan bawang goreng. Permintaan bawang goreng mulai meningkat setelah harga bawang yang kini sudah mulai turun. Bahan baku yakni bawang merah goreng berangsur turun karena itu kami kembali mengolah bawang goreng meski belum produksi maksimal.
Turunnya harga bawang di daerah kami terutama jombang agak lambat, meskipun para pengepul bawang merah sudah bisa mensetok bahan baku bawang, Tetapi pelanggan masih terpenuhikebutuhannya.


Harga bawang merah kini masih berada di tengah-tengah belum bisa turun seratus persen. Perbandingan bawang merah dan bawang putih ternyata masih mahal bawang putih dari pada bawang merah. Sebelumnya produksi bawang goreng semakin sulit akibat mahalnya harga bawang merah hingga mencapai Rp70 ribu per kilogram, kini mulai turun dari petani  menjadi Rp25 ribu per kilogram. Itu pun belum normal yang sebelumnya harga bawang merah 12 ribu per kilo gram hingga 15ribu per kilogram. Harga bawang putih kini kembali normal dan mulai banyak stok, sehingga memudahkan produksi kami.


Sementara itu Mudatsir manager Koperasi Nusantara Jaya salah satu bengkel tani bawang merah mengaku,bahwa harga bawang merah yang tidak wajar hingga tembus Rp70 ribu menyulitkan petani. Harga normal sangat terjangkau oleh konsumen, sedangkan petani bawang merah masih tetap untung sehingga minat tanam mereka tetap tinggi. Tinggal para petani berkonsentrasi untuk meningkatkan produksi tanaman bawang merah tersebut, ujar Mudatsir.(Antara/sae)

Tagged with:

Filed under: Artikel

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!